Jenis-Jenis Skala Pengukuran Pada Instrumen Dalam Penelitian

Jenis-Jenis Skala Pengukuran Pada Instrumen Dalam Penelitian

Ahmad Dahlan - Seorang chef lulusan sebuah sekolah masak terkenal dari paris kembali ke negaranya dengan bekal ilmu yang ia dapatkan dari sekolah tersebut. Kemampuannya dalam meramu dan menjaga konsistensi resep dari sekolah telah diuji oleh para ahli masak di negara tersebut, hanya saja ketika ia kembali ke negaranya dan membuka sebuah restoran ternyata banyak pelanggan yang komplain dengan masakan yang ia telah buat, padahal seluruh resep yang disajikan sudah sesuai dengan gramasi yang ia dapatkan di sekolah. Setiap gram dari bahan dimasukkan telah ditimbang dengan teliti dan menurut lidah sang chef sendiri sudah tidak ada yang janggal dari makanannya. 

Tentu saja penyebabnya tidak disebabkan dari takaran yang digunakan karena skala-skala yang ia gunakan dalam menimbang sudah tetap dan berlaku dimana saja, hanya saja dalam menyikapi nilai yang diambil dari manusia seperti yang berkaitan dengan rasa lezat, nikmat, nyaman dan sejenisnya, tentu saja skala-skala gramasi kurang lengkap, dibutuhkan skala-skala lebih dari pengukuran fisis untuk menggambarkan nilai yang melekat pada pelanggan sang chef, sehingga penyebab komplain dapat diketahui dan diselesaikan.

Pengukuran pada dasarnya adalah sebuah upaya yang dilakukan untuk mengumpulkan data dari objek yang diukur. Objek yang diukur bisa dalam bentuk individu, sebuah kelompok atau lebih. Oleh karena itu dalam proses pengukuran dibutuhkan sebuah parameter yang dijadikan acuan mengenai nilai yang melekat dibutuhkan instrumen yang sesuai dengan kriteria yang diukur. 

Sebuah instrumen penelitian akan berisi banyak variabel yang berkaitan dengan tujuan pengukuran dilakukan. Variabel yang diukur dan ditunjukkan melalui skala-skala dalam berupa angka, huruf dan sejenisnya selama bentuk tersebut dapat digunakan untuk mewakilkan setiap karakter dari objek ukur.

Jenis-Jenis Skala Pengukuran Pada Instrumen Dalam Penelitian

A. Jenis Skala Dalam Pengukuran

Hasil pengukuran tentu saja tidak dapat menggambarkan karakter dari objek ukur secara utuh, namun akan dilakukan proses pembandingan dengan beberapa nilai yang didapatkan dari skala. Secara teknis Skala dapat diartikan sebagai acuan untuk menentukan panjang pendeknya interval dari variabel-variabel yang diukur dalam alat ukur. Skala-skala kemudian dikembangkan dengan harapan dapat menunjukkan nilai yang mendekati karakter asli dari objek ukur. Adapun skala-skala yang paling umum digunakan dalam pengukuran dibagi dalam 4 jenis.

1. Skala Nominal

Skala Nominal adalah skala yang menunjukkan kategorisasi semata. Fungsi bilangan pada skala ini hanya merupakan simbol yang tidak dapat dibandingkan mana yang lebih tinggi atau semua yang berada pada skala ini sederajat. Adapun ciri-ciri skala Nominal adalah
  1. Mutually Exclusif
  2. Tidak mempunyai aturan logis atau dipilih secara acak,
Contoh Skala: Kriteria Warna yang Disukai, Tulis 1 untuk warna merah, 2 untuk warna ungu, 3 untuk warna biru, dan seterusnya. Dari contoh tersebut dapat disimpulkan ketika seseorang menulis angka 3 tidak berarti lebih tinggi dari orang menulis angka 2. 


2. Skala Ordinal 

Skala Ordinal adalah skala yang menunjukkan kategori dengan memperhatikan urutan. Hanya saja urutan tersebut tersebut tidak bisa dilakukan perbandingan karena tidak ada jarak yang pasti disetiap level yang diwakili oleh skala. Ciri-ciri skala Ordinal adalah:

  1. Bersifat Dsikrit
  2. Terususn secara Hirarki
Contoh Skala: Tingkat Pendidikan seseorang, misal 1 untuk SD, 2 untuk SMP, 3 untuk SMA dan 4 untuk S1, tentu saja Skala SMP lebih tinggi dari SD dan lebih rendah satu tingkat dari SMA, hanya saja SMP tidak berarti dua kali lebih baik dari SD. 

3. Skala Interval

Skala Interval adalah skala yang menunjukkan jarak yang jelas antara satu data dengan data yang lain. Perbedaan angka yang sama pada jenjang berbeda tetap memiliki skor yang sama pula. Misalnya jarak antara 10 % ke 15 % tentu saja sama antara jarak 75 % - 80 %. Hanya saja skala ini tidak memiliki nilai 0 mutlak yang berarti kondisi dari awal perhitungan dapat ditentukan sendiri oleh peneliti. Seperti pada skala Celcius, maka suhu 0 derajat disepakati sebagai titik dimana es mulai mencair dengan kondisi tertentu, misalnya tekanan udara 1 atm. Selain itu ciri-ciri skala Interval adalah :
  1. Kategori bersifat terpisah
  2. Urutan Kategori harus logis
  3. Kategori data yang ditentukan skalanya berdasarkan karakter yang sudah ditentukan terlebih dahulu.
  4. Perbedaan karakteristik yang sama ditunjukkan dengan perbedaan skala yang tetap pada seluruh jenjang/interval skala.
  5. Angka 0 dipilih berdasarkan kesepakatan.
Angka 0 dalam skala interval tidak berarti nol, tapi hanya saja kriteria yang diharapkan tidak muncul dalam proses pengukuran sehingga dianggap sebagai nol. Misalnya tes hasil belajar peserta didik diatur mari mulai dari  rentang 0 sampai 100. Angka nol tidak berarti peserta didik tidak mengetahui sama sekali hal apapun mengenai tes yang diberikan akan tetap tidak satupun indikator yang diujikan tampak pada peserta didik, demikian juga angka 100 tidak berarti peserta didik menguasai materi yang diujikan hanya saja seluruh indikator yang diujikan tampak pada peserta didik. Dalam kasus ini kesimpulan dikembalikan lagi pada konstruksi pembuatan instrumen yang digunakan.

4. Skala Rasio

Skala rasio sama dengan skala interval, dimana setiap titik yang diwakili dengan interval yang sama mengambarkan kriteria yang sama pula. Hanya saja skala rasio memiliki titik nol mutlak dimana kriteria tersebut tidak dibuat berdasarkan kesepakatan tertentu tapi mengikat pada objek yang diamati. 
  1. Kategori bersifat terpisah
  2. Urutan Kategori harus logis
  3. Kategori data yang ditentukan skalanya berdasarkan karakter yang sudah ditentukan terlebih dahulu.
  4. Perbedaan karakteristik yang sama ditunjukkan dengan perbedaan skala yang tetap pada seluruh jenjang/interval skala.
  5. Angka 0 dipilih berdasarkan nilai yang melekat pada objel.
Sebagai contoh, suhu yang dinyatakan dalam Kelvin, suhu 0 Kelvin digambarkan sebagai keadaan sebuah benda sama sekali tidak memiliki energi oleh karena tidak akan ada suhu -1 Kelvin atau pun kondisi energi minus. -1 K tetap dapat ditemui hanya saja tidak menunjukkan oleh titik tertentu, melainkan interval ketika suhu turun dari 761 K menjadi 760 K.

5. Disambigu Penggunaan Skala

Pada beberapa penelitian ada kemungkinan penggunaan skala yang berbeda dari bentuk dasarnya. Misalnya penelitian mengenai pengaruh tinggi badan dengan tingkat kemampuan bermain basket. Karena data terlalu luas untuk mengambil tinggi badan seseorang maka tinggi badan dikategorikan dari kategori 1 untuk 150 cm sampai 159 cm, 2 untuk 160 cm sampai dengan 169 cm, 3 untuk 170 cm sampai dengan 179 cm dan seterusnya. Skala tinggi badan tentu saja Rasio, namun dalam kasus ini skala diubah menjadi skala kategori. Tinggi badan juga dalam kasus ini adalah skala Rasio, beberapa kasus jarak merupakan skala interval, namun untuk tinggi badan, jarak tersebut tidak memiliki titik dibawah nol. Pertimbangan penggunaan skala harus dikembalikan sesuai dengan konstruksi pengukuran yang dilakukan.

0 Response to "Jenis-Jenis Skala Pengukuran Pada Instrumen Dalam Penelitian "

Post a Comment