Defenisi dan Aspek-Aspek Pemahaman Konsep Berdasarkan Taksonomi Bloom

Pengertian Pemahaman Konsep dan Aspek-Aspeknya

Ahmad Dahlan. Tingkatan aspek pengetahuan atau kognitif yang diperkenalkan oleh Benyam S. Bloom memiliki kualitas yang baik untuk menentukan tingkatan kemampuan dan pengetahuan. Salah satu dari tingkatan dasar kemampuan berpikir atau low order thinking adalah pemahaman. Bloom (1979) menyatakan bahwa salah satu tanda seseorang orang mengetahui suatu hal ditandai dengan pemahaman yang dapat disampaikan kepada orang lain abik dari segi kemampuan untuk menyampaikan isi dari suatu subjek atau hal-hal yang berkaitan dengan objek tersebut.

Implikasi dari pernyataan tersebut adalah seluruh peserta didik diharapkan untuk memahami suatu konsep agar ketika dihadapkan dengan keadaan di mana peserta didik berkomunikasi, maka peserta didik diharapkan mengetahui apa yang mereka jelaskan baik dalam bahasa verbal, non verbal atau bahkan dalam bentuk simbolik sekalipun. 

Pemahaman yang komprehensif ditandai dengan bentuk penyampaian dengan cara yang berbeda dengan cara yang di dapatkan, karena ada indikasi dari ingatan atau kemampuan menghafal yang harus dihindari. Pandangan ini didasari bahwa ingatan memiliki tingkatan kesulitan yang lebih rendah dibandingkan pemahaman. Seseroang bisa dengan mudah menyampaikan nomor handphone yang mereka miliki tanpa mengetahui makna dari setiap angkay yang mereka sebutkan. Berbeda dengan ingatan, pemahaman hanya memerlukan intisari dari topik yang sedang dikaji. Subiyanti (1988) menyatakan bahwa pemahaman bersangkutan dengan intisari dari sesuatu, yakni berupa kemampuan yang membuat seseorang mengetahui apa yang mereka komunikasikan. Ide yang selanjutnya mengembangkan intisari tersebut dengan kemampuan verbal yang dimiliki oleh setiap individu.

Defenisi dan Aspek-Aspek Pemahaman Konsep Berdasarkan Taksonomi Bloom
Ilustrasi Pemahaman Konsep - KerygmaTeenz.com


Aspek-Aspek Pemahaman Konsep

Bloom membagi ranah koginitif dalam 6 taksonomi dan meletakkan pemahaman lebih tinggi dari pengetahuan (ingatan). Salah satu ciri-ciri paling mudah diamati dari aspek pemahaman adalah kemampuan untuk menyampaikan sesuatu dengan menggunakan kalimat sendiri tentang sesuatu. Lebih jauh mengenai aspek-aspek dari dari pemahaman Bloom (1979) membagi aspek pemahaman dalam 3 aspek, yakni (1) translasi, (2) interpretasi, dan (3) ekstrapolasi. 

1. Translasi
Translasi adalah kemampuan untuk memahami suatu gagasan dan dapat disampaikan atau dinyatakan dengan menggunakan metode yang berbeda dari proses dicapai atau dari pernyataan asal dari apa yang telah didapatkan. Secara sederhana translasi adalah kemampuan untuk menerjemahkan suatu konsep ke bahasa yang dipahami sendiri kemudian ditunjukkan dengan menyampaikan dalam bentuk lain baik berupa model atau simbol yang digunakan. Adapun indikator dari transalasi berdasarkan Bloom (1979) adalah :
  1. Kemampuan menerjemahkan sesuatu yang abstrak ke dalam bahasa yang konkret.
  2. Kemampaun menerjemahkan hubungan yang ada pada sebuah simbol, ilustrasi, peta, diagram, tabel, grafik, persamaan matematis dan rumus-rumus lain ke dalam bentuk verbal dan begitu pula sebaliknya.
2. Interpretasi
Interpretasi adalah kemampuan untuk mengembangkan dan mendapatkan informasi yang tidak tercantum secara eksplisit dari sumber yang di rujuk. Satu lebih tinggi dari translasi yang hanya mengubah informasi yang di dapatkan ke dalam bentuk lain, maka interpretasi mampu memberikan informasi lebih dari yang tertuang secara eksplisit dan disampaikan. 

Contoh sederhana 
  1. Semalam hujan dan pohon-pohon kecil tumbang (sumber)
  2. Pohon-pohon kecil tumbang kemungkinan disebabkan oleh hujan yang turun lebat semalam atau akar pohon kecil belum begitu kuat menopang batangnya (yang disampaikan)
Interpretasi hanya berbicara pada kemampuan untuk menghubungkan bagian-bagian dari informasi dan menarik data baru yang tidak disebutkan dari sumber secara jelas atau bersifat abstrak.

3. Ekstrapolasi
Ekstrapolasi adalah kemampuan untuk meramalkan (menduga) atau memberikan gambaran akan sesuatu hal berdasarkan trend yang muncul pada data. Hal-hal yang diramalkan dapat berupa konsekuensi, implikasi dan akibat yang akan muncul berdasarkan motif dan pola-pola yang ada pada data. Hal ini berarti ekstrapolasi lebih dari sekedar pemahaman mengenai hal-hal yang konkret dan abstrak dari data yang didapatkan. Pemahaman ini lebih dekat dengan aspek ke tiga yakni aplikasi dari tingkat taksonomi Bloom, hanya saja belum sampai pada tahan melakukan.

Contoh Sederhana.
  1. Semalam hujan dan pohon-pohon kecil tumbang (sumber)
  2. Jika hujan terjadi terus menerus selama tiga hari kemungkinan pohon-pohon akan kecil baik yang kecil maupun yang besar (informasi yang didapatkan setelah mengambil dugaan)
Referensi 

Bloom, B.S., (1978) Taxonomy of Educational Objectives (The Clasification of Educational Goals) Handbook 1 Cognitive Domain. London : Longman

Subiyanto (1988). Evaluasi pendidikan ilmu pengetahuan alam. Jakarta : Direktorak Jendral Pendidikan Tinggi

0 Response to "Defenisi dan Aspek-Aspek Pemahaman Konsep Berdasarkan Taksonomi Bloom"

Post a Comment