Contoh Kerangka Penulisan BAB III pada Skripsi dan Tesis Disertai Contoh bentuk Uji yang Sesuai

Contoh Kerangka Penulisan BAB III Metode Penelitian pada Skripsi dan Tesis Disertai Contoh bentuk Uji yang Sesuai

BAB III
METODE PENELITIAN

Ahmad Dahlan. BAB III berisi tentang Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian. Seluruh langkah-langkah prosedur lengkap dijabarkan dalam BAB ini. Hal ini bertujuan agar para pembaca dapat mengambil pertimbangan mengenai kesimpulan yang didapatkan dari hasil penelitian. Setiap metode yang digunakan tentu saja akan memberikan pengertian yang berbeda meskipun kesimpulan terdengar sama. Seperti contoh kesimpulan mengenai “kemampuan menggunakan bahasa inggris dalam suatu wilayah sangat baik” dengan metode survey, ex post facto dan deskriptif qualitative tentu saja menghasilkan interpretasi yang berbeda.

A. Jenis Penelitian.
Jenis penelitian adalah penjelasan mengenai pendekatan dan metode penelitian yang digunakan. Alasan menggunakan metode yang digunakan dipaparkan secara sederhana. Sebagai contoh penelitian kualitatif, pengembangan, eksperimen dan survei dan lain-lain.

B. Desain Penelitian.
Desain penelitian adalah penjelasan yang lebih detail mengenai jenis penelitian yang digunakan. Pada bagian ini penelitian menjabarkan seluruh langkah-langkah yang dilakukan pada penelitian atai sintaks penelitian. Sebagai contoh dalam penelitian pengembangan yang menggunakan metode gall, borg and gall (1984) maka peneliti menuliskan implementasi sepuluh langkah pengembangan dan telah disesuaikan dengan desain yang ada pada penelitian.

C. Variabel dan Definisi Operasional Variabel
Variabel yang ada dalam penelitian secara utuh dijelaskan pada bagian ini. Penjelasan didapatkan dari kajian pustaka yang telah disusun pada Bab II yakni kajian pustaka. Variable yang dimasukkan tidak hanya variable dependent dan juga independent tapi seluruh variabel yang memungkinkan muncul sehingga jelas posisi variabel dalam penelitian seperti variabel kontrol dan variabel moderat (jika terdapat dalam penelitian)

Variabel yang dipilih tentu saja besar dan akan membutuhkan waktu yang lama untuk mengulas variabel secara keseluruhan. Pada sub bab ini variabel didefinisikan dan dibatasi dalam penelitian. Pembatasa ini terkait dengan ukuran, jenis variabel dan juga indikator-indikator dari variabel yang akan diteliti. Seperti contoh salah satu variabel penelitian adalah Keterampilan Proses Sains, maka peneliti membatasi keterampilan proses sains yang digunakan misalnya keterampilan proses sains terintegrasi dengan indikator-indikator: (1) merancang percobaan, (2) menyusun tabel, (3) membuat grafik, (4) menganalisis data, dan (5) menarik kesimpulan. Pada indikator diatas tidak mencakup secara keseluruhan indikator keterampilan proses sains seperti menyusun percobaan akan tetapi ada pertimbangan yang diambil oleh peneliti mengapa indikator tersebut tidak dimasukkan.

D. Populasi dan Sampel
Dalam penelitian eksperimen dan pengembangan (pada bagian uji produk) dibutuhkan sampel atau objek uji produk. Hal ini bertujuan untuk memberikan gambaran daerah penerimaan dari dampak perlakukan yang diberikan. Sebagai contoh pengembangan model A untuk anak SD kelas V. Peneliti memberikan gambaran mengapa populasi atau sampel tersebut dipilih. Sebagai contoh karena mereka masih dalam tahap berfikir konkret operasional sehingga masih sulit untuk memberikan analogi tentu saja alasan ini di dukung teori yang telah dituliskan pada bab II. 

Perbedaan antara sampel dan objek uji coba produk adalah pada penarikan kesimpulan. Sampel dibutuhkan agar memudahkan peneliti dalam menarik kesimpulan yang berlaku pada populasi oleh karena penelitian yang tidak membutuhkan generalisasi hasil tidka membutuhkan sampai akan tetapi disebut sebagai objek penelitian. 

E. Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian berisi langkah-langkah penelitian secara lengkap. Prosedor dijabarkan sesuai dengan bentuk Penelitian disertai dengan subjek, waktu dan tempat penelitian dilaksanakan. Seluruh langkah yang mungkin saja ada dalam desain penelitian akan tetapi tidak dapat terlaksana juga dituliskan dalam desain penelitian.

F. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan derisi dua hal yakni prosedur yang dilakukan hingga data dapat terkumpul dan yang instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data Seluruh prosedur pengambilan data dijelaskan serta jenis dan karakteristik dari instrumen yang digunakan. 
Sebagai contoh : jenis instrumen yang digunakan adalah instrument tes pilihan ganda berjumlah 30 butir yang dikembangkan berdasarkan indikator keterampilan berpikir kritis. Instrumen telah divalidasi oleh ahli dan empirik dengan hasil uji dapat dilihat pada lampiran XX. Penyediaan lampiran dibutuhkan karena terlalu panjang untuk disertakan pada bab III.

G. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian eksperimen dan pengembangan biasa terbagi atas dua yakni analisis deskriptif dan juga analisis statistik inferensial akan tetapi seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, statistik inferensial tidak dibutuhkan jika dalam penelitian tersebut tidak dibutuhkan generalisasi hasil penelitian.

1. Statistik Deskriptif 
Statistik deskiprtif berisi tentang bagaimana yang ada dilapangan dihitung berdasarkan statistic sederhana untuk mendapatkan rata-rata, simpangan baku, nilai tertinggi, nilai terendah, modus dan median dari hamparan data. Tidak semua jenis dar yang disebutkan tadi harus dimasukkan dalam penelitian tergantung kebutuhan peneliti karena tujuan dari statistik meberikan gambaran mengenai hamparan data hasil penelitian atau deskriptif. 

2. Statistik Inferensial
Statistik inferensial adalah jenis statistik generalisasi, dimana pada jenis statistik ini akan menguji data yang diambil dari sampel sehingga dapat disimpulkan sebagai nilai atau sifat dari suatu populasi. Jenis analisis sangat banyak dan tergantung jenis penelitian. Sebagai gambaran singkat berikut ini beberapa jenis statistik deskriptif. 
  • Regresi - Uji yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh suatu variabel terhadap variabel lain misalnya pengaruh hasil belajar terhadap keterampilan proses sains peserta didik. Dalam kasus ini, variabel terikat dan variabel bebas berbentuk data skala.
  • Kolerasi – Sangat banyak digunakan sebagai uji reliabilitas klasik dari instrument. Uji Kolerasi menghubungkan dua variabel sejenis atau lebih dari pengukuran yang berbeda, Sebagai contoh pengukuran dapat dilakukan dua kali oleh waktu yang berbeda atau dilakukan oleh dua orang yang sama secara bersamaan. Hasilnya dikatakan reliabel jika jika memiliki nilai alfa cronbach lebih dari 0,7 (beberapa ahli mengatakan 0,8).
  • Uji t – Salah satu teknik uji banding dari dua kelompok atau lebih yang dengan jumlah sedikit. Uji t sangat presisi pada sampel kurang dari 25 sampai 60.
  • Uji F – Uji banding dari dua kelompok atau lebih dengan julah distribusi sampel yang banyak. Uji sangat baik digunakan untuk jumlah sampel lebih dari 50.
  • Anova – Analisi variansi dari hamparan data dari sampel. Salah satu jenis uji regresi
  • Mannova – Multi analisis varians merupakan uji regresi dengan jumlah variabel terikat lebih dari satu variabel.
  • Anacova dan Mancova – Uji regresi yang sama dengan Annova dan Mancova hanya saja uji ini dibutuhkan untuk data-data dari yang tidak memiliki variansi yang baik.
  • Uji Genelar Linear Model – Analisi jalur yang dilakukan dimana perubahan tidak hanya diukur dari dua titik tetapi banyak titik dan berulang. Perubahan diukur secara berkala dari pengukuran pertama, kedua, ketiga dan seterusnya.
  • Uji General Linear Model Repeated Variat – Analisis Jalur yang membandingkan perubahan dua kelompok sampel namun dari variebl yang sama.
  • Uji Normalitas – Uji yang dilakukan untuk mengetahui bentuk dari distribusi data pada sampel. Uji ini akan menentukan jenis statistic yang sesuai pada data.
  • IRT – Item response theory atau uji yang dilakukan untuk mengukur karakteristik isntrumen berdasarkan respon peserta didik. Uji sejenis dengan uji kolerasi hanya saja IRT berasal dari teori yang lebih modern dimana hasil pengukuran tidak bergantung pada sampel.

Untuk saat ini penulis terbatas dari uji Statistik inferensial dengan tipe statistic parametris. Untuk kedapannya tulisan akan disajikan juga pada bagian statistic non-paramatris.

Contoh Kerangka Penulisan BAB III pada Skripsi dan Tesis Disertai Contoh bentuk Uji yang Sesuai terbaru

Daftar Rujukan yang Relevan

Creswell, J.W. (2016) Mixed Methods Research. SAGE Publication 

Kerlinger, F.N. (2006). Asas-Asas Penelitian Behavioral. Yogyakarta : UGM  

McMillan, J.H., & Schumacher, S (2010). Research in Education: Evidence-Based Inquiry, 7th-ed. Virginia: Pearson  

Stoner, J.A.F. (1982). Principal of Management 2nd-ed. Publisher, Prentice-Hall

0 Response to "Contoh Kerangka Penulisan BAB III pada Skripsi dan Tesis Disertai Contoh bentuk Uji yang Sesuai"

Post a Comment