Definisi, Pengertian dan Hukum Dakwah Dalam Pandangan Islam dan Metode Dakwah Nabi Muhammad SAW

Definisi, Pengertian dan Hukum Dakwah Dalam Pandangan Islam dan Metode Dakwah Nabi Muhammad SAW

Ahmad Dahlan. Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain dan salah satu cara agar bermanfaat bagi orang lain adalah berdakwah. Secara sederahan Dakwah diartikan oleh sebagian besar orang awam adalah menyampaikan sesuatu yang baik dari forum resmi seperti ceramah atau kutbah. Dakwah menurut pengertian adalag memberikan informasi mengenai hal-hal yang baik dan hal-hal yang buruk kemudian mengajak untuk menjalankan perintah dan menjauhi larangan sesuai dengan pandangan islam.

Etimologi kata Dakwa berasal dari bahasa arab yang dapat diartikan sebagai panggilang, ajakan maupun seruan. Lebih jauh mengenai kata Dakwa, pada ilmu tata Bahasa Arab, Dakwah adalah kata kerja dalam bentuk isim masdar yakni دعا, يدعو, دعوة. Kata ini merujuk pada menyeru, mengajak atau memanggil.

media Definisi, Pengertian dan Hukum Dakwah Dalam Pandangan Islam dan Metode Dakwah Nabi Muhammad SAW

Pengertian Khutbah, Tabligh dan dakwah dari pandangan Etimologi

Pada umumnya, dalam upaya menyampaikan ajaran islam ada tiga kata yang dianggap memiliki arti yang dekat yakni Khutbah, Tabligh dan Dakwah. Ketiga kata ini secara sederhana merujuk pada ajakan dalam berbuat baik dan meninggalkan larangan. Namun ada beberapa unsur penting yang membedakan ketiga hal tersebut. Berikut defenisi singkat mengenai Khutbah, Tabligh dan juga Dakwah

Pengertian Khutbah,- Kata  Khutbah berasal dari Khataba – Yakhtubu - Khutbah yang berarti memberi nasihat pada sebuah kegiatan ibadah tertentu. Khutbah diberikan pada saat ibadah seperti Sholat Jum’at, Sholat Idul Fitri, Sholat Idu Adha, Istisqo, Khusuf Wukuh dan juga pernikahan. Berdasarkan istilah Tersebut, Khutbah bisa diartikan sebagai kegiatan ceramah namun dalam prosesisinya ada rukun yang harus dipenuhi. Khutbah diawali dengan Ucapan Syukur, Shalawat, Menyampaikan wasiat taqwa dari Al-qur’an, nasihat yang bersesuaian dengan keadaan dan di tutup dengan berdo’a.

Pengertian Tabligh,-  Asal kata Tabligh dari : Ballagha – yuballighu – tabliighan yang berarti memberitahukan atau menyampaikan sesuatu secara lisan dengan perkataan. Pesan yang disampaikan dalm kegiatan tabligh adalah pesan yang dating dari Allah SWT. Pesan ini bisa disampaikan kepada satu orang atau kelompok orang agar orang yang mendengarkan mengetahui pesan yang disampaikan dan juga mengamalkan pesan tersebut. Karena adanya rujukan mengamalkan pesan tersebut, dalam sebuah tabligh hendaknya disertai dengan ajakan dengan cara menarik agark seruan yang dating dari Allah SWT dilaksanakan oleh para pendengar. 

Di Indonesia, Kata Tabligh menjadi rancau karena adanya kegiatan Tabligh akbar yang biasa di isi dengan Zikir bersama sehingga terjadi perbedaan konsep yang tertanam pada masyarakat umum, sedangkan kata tablihg yang sebenarnya merujuk pada kata ceramah yang tidak disertai dengan rukun seperti khutbah. Tabligh atau ceramah di Indonesia biasanya diberikan pada hari peringatan-peringatan tertentu misalnya isra’ mi’raj, mauled nabi atau takziah yang hukumnya belum pernah dicontohkan sama sekali oleh Nabi. (Allahu A’lam). Ceramah juga biasa diberikan sebuah majelis atau kajian.

Pengertian Dakwah,- Dakwah berasal dari kata : da’aa - yad’uu – wa’watan (da’wah) yang berarti menyeru, memanggil dan juga mengajak untuk hal tertentu. Berdasarkan istilah, dakwah dapat diartikan sebagai proses mengajak orang lain ke jalan Allah SWT. Proses dan dapat dilakukan secara lisan maupun perbuatan. Dari pengertian ini dapat disimpulkan bahwa Dakwah tidak hanya disampaikan melalui ceramah tapi juga aksi seperti kegiatan social misalnya membangun masjid, perpustakaan atau memberikan santunan agar orang jauh dari kekufuran akbitan dari kefakiran.  

Lebih Jauh Menganai Pengertian Dakwah

Seperti yang telah digambarkan pada bagian awal, Dawkah dapat dilakukan melalui dua cara yakni lisan maupun sebuah kegiatan. Kegiatan dakwah tidak hanya terbatas pada menyampaikan tapi juga menyeru dalam melakukan kebaikan sesuai dengan petunjuk yang ada pada Al-Qur’an dan juga sunnah. Seruan ini bertujuan agar manusia mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Dalam proses menyampaikan ini tentunya dibutuhkan teknik dan ilmu khusus agar orang yang mendapatkan seruan tergerak untuk melakukan seruan tersebut dan tidak dilakukan secara asal-asalan yang mungkin saja tidak membuat objek dakwah tergerak tapi bahkan anti pati atau kehilangan simpati. Dapaknya panjangnya ajaran yang benar akan perlahan-lahan ditinggalkan karena metode penyampaian yang salah.

Ilmu dakwah

Ilmu dakwah adalah suatu petunjuk atau pedoman yang berisi menganai cara-cara dan tuntutan untuk menarik perhatian orang lain agar mengikuti seruan yang disampaikan. Tentu saja dalam Agama islam ada beberapa kaidah yang tidak boleh dilanggar para pendakwah seperti ajakan dengan kekerasan dan ancaman sangat tidak dianjurkan bahkan sebuah dosa besar karena melanggar ketentuan yang telah disebutkan dalam Firman Allah SWT.

Surat Al-Baqorah 256. 

terjemahan Surat Al-Baqorah 256


“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat.” (Surat al-Baqoroh: 256)

Q.S Asy Syuura ayat 42
“Serulah (Manusia) kepada Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantalah mereka dengan cara yang baik. Sesuangguhnya Tuhanmu, Diala yang maha mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalannya dan dialah yang lebih mengetahui tentang orang-orang yang mendapatkan petunjuk”
  

Hukum Melakukan Dakwah

Sebagaian ulama memberikan keputusan mengenai hokum dakwah adalah fardu kifayah sedangkan sebagaian ulama lain menyatakan bahwa berdakwah adalah kewajiban bagi setaip muslim atau fardu a’in. Pertimbangan mengenai pengambilan hukum tentang Dak’wah diambul dari “undang-undang” Allah SWT yang telah dicantumkan dalam Al-Qur’dan Sunnah. Sebagaimana hadis Rasulullah SAW

" sampaikanlah dariku walaupun satu ayat"

Dari hadist tersebut sangat jelas bahwa Rasulullah SAW memerintahkan untuk menyampaikan menganai agama dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam beribadah meskipun satu ayat (tanda). Dalam Al-Qur’an Perintah dakwah diulangi beberapa kali seperti pada ayat-ayat berikut:

“Serulah (manusia) kepada jlan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk” (An-Nahl: 125)
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung” (Al-Imran:104)

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik”. (Al-Imran: 110).


Pendekatan Dakwah

Pendekatan Teoritis,- Pendakatan teoritis tentang dakwah secara teoritis berarti memahami seluruh sapek kelimuan mengenai Dakwah sebagai sebuah ilmu yang memiliki kaidah tertentu.

Pendekatan Praktis,- Pendekatan praktis adalah memahami dakwah sebagai sebuah tindakan tidak hanya memahami melalui ilmu tapi juga terlibat langsung dalam proses dakwah. 

Metode-Metode Dakwah

  1. Dakwah Bil-lisan,- Metode dakwah ini adalah menyampaikan sesuatu melalui lisan atau perkataan yakni melalui kuthbah, ceraah atau langsung menyampaikan kepada objek dakwah.
  2. Dakwah Bil-alhal,- Metode Bil-ahlal adalah sebua metode dakwah yang dilakukan melalui perbuatan. Perbuatan yang dilakukan akan menjadicontoh bagi orang tentunya perbuatan tersebut harus sesuai dengan jalan Alllah SWT. Rasulullah SAW tidak hanya melakukan dakwah melalui lisan tapi juga melalui perbuatan. Pada saat Rasulullah masih hidup, Ia menjadi contoh bagi ummatnya dan turun kerja bersama umatnya bahkan sampai hari ini tidak satupun dari manusia yang mampu meberikan contoh sebaik beliau.
  3. Dakwah bi Al-qolam,-  Metode adalah menyampaikan sesuatu yang benar dan mengajak untuk melakukan kebaikan dengan menggunakan tulisan. Tulisan bisa berupa buku, artikel maupun dunia Internet yang saat sangat berkembang dengan pesat.

0 Response to "Definisi, Pengertian dan Hukum Dakwah Dalam Pandangan Islam dan Metode Dakwah Nabi Muhammad SAW"

Post a Comment