Hakikat dan Pengertian belajar

Ahmad Dahlan. Pendidikan memberikan peran penting dalam membangun kebudayaan dan juga peradaban umat manusia. Berdasarkan pengalaman dan pola piker yang dimiliki oleh manusia, Manusia menunjukkan perubahan yang signifikan dan juga sejak manusia bisa memahami mengenai apa yang sedang terjadi di sekitar mereka. Perkembangan ilmu semakin luas setelah Aristoteles membuat sebuah silogisme yang menyumbangkan sebuah pendekatan penelitian yang disebut rasionalisme.

Hasil Belajar Menurut Ahli

Perubahan dan perkembangan yang didapatkan oleh manusia tidak lain merupakan hasil dari kajian yang mereka dapatkan dari proses belajar. Mengamati kejadian sehari-hari, fenomena alam yang dapat mengakibatkan kerugian dan membuat langkah pencegahan, manusia adalah makhluk yang memiliki kemampuan belajar yang paling menakjubkan dibandingkan dengan makhluk hidup lain yang ada di dunia.

Pengertian Belajar dan Pandangan mengenai Belajar

Semua orang dilahirkan dari keadaan tidak memiliki apa-apa dalam keadaan bayi. Bayi yang tumbuh belajar merasakan lapar, sakit dan senang yang ditunjukkan dengan tangisan dan senyuman. Bayi merupakan manusia dalam bentuk paling lemah, dimana tidak mampu menunjukkan ekspresi lain selain menangis dan ketawa. Seiring dengan pertumbuhan terhadap waktu sel-sel sensorik dan motoric dari bayi tumbuh, hal yang paling pertama dipelajari oleh bayi adalah merespon keadaan, meningkatkan aspek psikomotorik seperti merangkak kemudian berjalan dan seterusnya. Selanjutnya bayi mengembangkan kemampuan verbal dengan mengingat beberapa kata yang paling sering diucapkan oleh orang-orang sekitarnya dan menjadi individu yang siap untuk belajar lebih.

Pandangan Belajar Dari Behavioristik
Kecakapan atau keterampilan yang didapatkan oleh manusia terus berkembang seiring dengan tumbuhnya manusia. Menurut Oemar Hamalik (2001), belajara merupakan suatu proses modifikasi atau memperteguh tingkah laku berdasarkan sebuah pengalaman. Dari kesimpulan yang ditunjukkan, Oemar Hamalik sepertinya memiliki pandangan behavioristic terhadap hasil belajar. Belajar merupakan suatu kegiatan atau proses yang menghasilkan sebuah produk dan tujuan dari belajar. Belajara diartikan sebagai suatu proses mengalami dan mengingat berdasarkan pengalaman yang didapatkan. Oemar hamalik seolah-olah menegaskan bahwa belajar bukanlan suatu hasil latihan melainkan suatu proses perubahan kelakuan.

Pandangan Belajar menurut Konstruktivis
Pada kenyataannya, terdapat pandangan lain mengenai belajar. Teori konstruktivis menunjukkan bahwa belajar merupakan hasil dari sebuah pembangunan keterampilan yang didapatkan tidak hanya melalui sebuah pengalaman tetapi juga melatih keterampilan tertentu. John Dewey berpendapat belajar lebih dari sekedar mengalami tapi mengambil pelajaran dari apa yang telah dialami sehingga dapat diambil langkah yang lebih baik dari sebelumnya. Sebuah pengalaman yang dilalui begitu saja tentunya tidak akan menghasilkan sebuah pengetahuan baru. Kajian mendalam mulai dari mencoba mengingat kejadian sampai dengan menciptakan sebuah produk merupakan sebuah proses belajara yang kompleks.

Serupa dengan yang disampaikan oleh Dewey, Gredler (1986) mengatakan bahwa proses belajar didapatkan dari sebuah perubahan tingkah laku dan proses belajar didapatkan melalui perlakuan dari lingkungan buatan (eksperimen) dan sebagian kecil berasal dari lingkungan alami. Lingkungan alami cenderung membuat orang merasa nyaman dan tidak akan melakukan upaya mencari lebih dari sekedar yang dibutuhkan dalam lingkungan alami. Perubahan lingkungan yang dilakukan secara sengaja membuat seseorang harus mencari tahu mengenai hal yang dibutuhkan dalam melewati perubahan tersebut.

Sebuah proses belajar dilakukan dalam waktu yang lama, hal ini akan membedakan dengan insting manusia. Proses belajar tentunya sangat berbeda dengan merasakan api atau berjalan di atas tali dari sebuah gedung pencakar langit. Belajar membutuhkan sebuah proses sintesis pengetahuan yang didapatkan baik dari pengalaman dan juga perubahan keadaan. Seorang peserta didik yang diajar dengan menggunakan metode eksperimen tidak akan langsung paham mengenai sebuah metode meskipun peserta didik tersebut sudah mampu melakukan langkah-langkah yang diberikan. Dibutuhkan proses analisis dan sintesi yang ada dalam pikiran peserta didik itu sendiri agar mendapatkan pengetahuan secara holistik. Meskipun teori ini terlihat seperti proses menanggapi ransangan dari sebuah stimulus yang diberikan, namun belajar memiliki makna yang lebih kompleks dibandingkan dengan menanggapi rangsangan yang dimaksud.

Sebuah proses belajar akan mengarahkan seseorang berubah dalam ranah pengetahuan baik dari segi kemampuan kognitif, perubahan sikap yang muncul, keterampilan gerak dari proses latihan atau keterampilan lain yang menjadi dampak setelah peserta didik melalui sebuah proses belajar. Proses akan terus berkembang seiring dengan perubahan pengalaman yang didapatkan oleh peserta didik setelah melalui proses belajar.

0 Response to "Hakikat dan Pengertian belajar"

Post a Comment